21 Februari, 2008

Mengapa Koperasi ?

Mengapa Koperasi ?
 
Suatu kali ketika saya kebetulan mengikuti rapat IKAPIKA Semarang untuk membahas penerbitan MESEM, saya mendengar ada wacana untuk pembentukan badan usaha. Badan usaha ini diharapkan akan dapat menangani penerbitan MESEM secara rutin dan profesional. Saya dengar kemudian dalam rapat-rapat lanjutan (saya hanya sekali ikut rapat) dibahas mengenai pembentukan badan usaha secara lebih intensif. Waktu itu fokus pemikiran adalah membentuk badan usaha yang berbentuk PT, yang modalnya berasal dari Alumni Pika yang berminat menanamkan modalnya. Waktu itu saya berpikir, alangkah susahnya menampung keinginan sekian banyak Alumni Pika (jika nantinya banyak) yang berminat menanam modal. Bagaimana mengaturnya ? Dalam akta pendirian PT sudah harus jelas siapa penanam modal, lalu bagaimana mungkin kita mengikutsertakan seluruh Alumni Pika yang lain ?
 
Saya tidak menemukan jalan keluarnya. Lama saya tidak mendengar kabar lagi dari rekan-rekan di Semarang mengenai perkembangan pembahasan pendirian PT untuk menerbitkan MESEM. Dan memang MESEM sampai sekarang belum terbit karena PTnya saja juga belum terbentuk.
 
Oktober lalu ketika Reuni Lustrum VII, ketika Rm. Riyo melemparkan pemikiran, bagaimana kalau PIKA dan Alumni Pika bersama-sama membentuk badan usaha yang "profit oriented" dengan memanfaatkan kelebihan kapasitas yang ada PIKA dan "memanfaatkan" pengalaman para Alumni Pika untuk kepentingan bersama. Tiba-tiba saya teringat akan Koperasi. Mengenai Koperasi sudah saya kenal sejak saya masih di SMP, melalui mata pelajaran IPS. Suatu badan usaha yang berazaskan gotong-royong dan bertujuan menyejahterakan para anggotanya. Melalui Koperasi dimungkinkan keterlibatan seluruh Alumni Pika. Pada kesempatan rapat pleno sempat saya sampaikan : untuk membentuk PT seperti yang dipikirkan Rm. Riyo idealnya harus membentuk Koperasi dulu supaya seluruh Alumni Pika dimungkinkan untuk ikut ambil bagian. Kalau langsung dibentuk PT, maka hanya beberapa orang saja yang akan menjadi pemegang sahamnya.
 
Waktu itu ide saya tidak mendapatkan tempat. Seorang teman mengatakan : "Mengapa Koperasi ? Konotasinya jelek. Banyak yang tidak percaya pada Koperasi. Lagipula, kita perlu secepatnya membentuk PT, kalau harus membentuk Koperasi kita akan dua kali kerja".
 
Akhirnya dibentuk Tim Kecil untuk "secepatnya" membentuk PT, mengikuti pemikiran "main stream". Tetapi ya begitulah, pemegang saham PT sangat terbatas, tidak dimungkinkan seluruh Alumni Pika bernaung di bawahnya. Kecuali, tentu saja, kalau PT ini sudah Go Public. 
 
Saya bersyukur Tim Kecil akhirnya mengubah rencana, tidak langsung membentuk PT tetapi membentuk Koperasi terlebih dulu. Nah, dengan adanya perkembangan ini saya jadi tertarik untuk mencari informasi mengenai Koperasi. Dari informasi yang saya kumpulkan saya berpendapat bahwa sebetulnya tanpa membentuk PT pun, cukup Koperasi saja, ide kerjasama PIKA - IKAPIKA sudah bisa dilaksanakan. Memang baik sekali kalau akhirnya Koperasi kita mempunyai PT, seperti Koperasi Peternak Bandung Selatan yang mempunyai bank (baca artikel Bila Koperasi Mempunyai Perseroan).
 
Salam Koperasi,
PDS
 
 

Tidak ada komentar: